Kamis, 11 Oktober 2012

PETROLEUM (MINYAK BUMI).




Petroleum berasal dari bahasa Latin yaitu petrus yang artinya karang dan oleum yang berarti minyak,petroleum (minyak bumi) dijuluki juga sebagai emas hitam. Petroleum dalam proses pengeboran merupakan bahan mentah yang terdiri dari campuran hidrokarbon berupa:
·         Alkana (yang mana Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan adalah n-oktana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana)C5H12).
·         Sikloalkana Antara lain: (siklopentana dan etil sikloheksana).
·         Hidrokarbon aromatis (Diantaranya adalah etil benzene).
·         Belerang  dengan kadar (0,01-0,7%)
·         Nitrogen dengan kadar (0,01-0,9%)
·         Oksigen dengan kadar (0,06-0,4%)
·         Karbon dioksida dengan kadar  [CO2]
·         Hidrogen sulfida dengan kadar [H2S].
yang terbentuk dari dekomposisi lambat dari kehidupan laut terkubur, terutama plankton dan ganggang. Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya.
Minyak bumi biasanya berada di 3-4 Km di bawah permukaan. Untuk mengambil minyak bumi tersebut kita harus membuat sumur bor yang telah di sesuaikan kedalamannya. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tangker atau dialirkan ke kilang minyak dengan menggunakan pipa. Minyak mentah yang tadi diperoleh belum bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun keperluan lainnya. Minyak mentah tersebut haruslah diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-50. Pengolahan minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok dengan titik didih yang mirip. Hal tersebut dilakukan karena titik didih hidrokarbon meningkat seiring dengan bertambahnya atom karbon (C) dalam molekulnya.
Mula mula minyak metah dipanaskan pada suhu sekitar 400C, setelah dipanaskan kemudian di alirkan ke menara fraksionasi/destila.
Description: Menara destilasi
Gambar 1. Menara destilasi

Dimenara itu terjadi proses destilasi yaitu proses pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah. Syarat utama agar terjadinya proses destilasi adalah adanya perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap. Dengan demikian apabila komposisi fase cair dan face uap sama maka proses destilasi tidak mungkin dilakukan.  Minyak mentah hasil dari pengeboran di alirkan ke kapal tangker untuk kemudian di distribusikan ke kilang minyak disinalah proses destilasi berlangsung. Pertama, miyak mentah dipanaskan dengan suhu sekitar 400 derajat C. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan akan mengalir turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih randah akan menguap naik ke atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Semakin keatas suhu di dalam menara fraksionasi itu semakin rendah. Dengan demikian, setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen dengan titik didih lebih rendah akan terus naik ke bagian yang lebih atas lagi. Begitulah seterusnya, sehingga komponen yang paling atas itu berupa gas. Komponen yang berupa gas itu disebut gas petrolium. Kemudia gas petrolium tersebut dicairkan dan dikelan sebagai LPG (Liquefied Petroleum Gas).

Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar seperti:
·  LPG
Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan

·  Bahan bakar penerbangan
Bahan bakar penerbangan salah satunya avtur yang digunakan sebagai bahan bakar persawat terbang.

·  Bensin
Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.

·  Minyak tanah ( kerosin )
Bahan bakar hidrokarbon yang diperoleh sebagai hasil penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang lebih tinggi daripada bensin; minyak tanah; minyak patra.

·  Solar
Diesel, di Indonesia lebih dikenal dengan nama solar, adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

·  Pelumas
Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan

·  Lilin
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Bahan bakar yang digunakan adalah paraffin

·  Minyak bakar
Minyak bakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom. Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan minyak diesel.

.….∞…..


*      Masalah:
Ketika minyak bumi mengalami pengolahan lebih lanjut, sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar seperti: bensin, solar dan lain-lain. Apakah komponen campuran hidrokarbon penyusun utama pada minyak bumi akan hilang ataukah akan berubah? Berikan penjelasannya?

6 komentar:

  1. sya akan mencoba menjawab masalah tersebut.
    komponen utama hidrokarbon pada minyak bumi hanya akan berubah saat diolah.teknologi yang banyak digunakan yaitu metode cracking (pemutusan) terhadap hidrokarbon rantai panjang menjadi hidrokarbon rantai pendek sehingga menjadi fraksi yg lebih ringan.
    seperti yang kita ketahui jumlah atom karbon pada tiap hasil olahan minyak bumi berbeda-beda tetapi tetap saja komponen utama penyusunnya yaitu sama-sama senyawa hidrokarbon.
    kira2 begitu jawabannya,jika ada kekurangan mohon di perbaiki :)

    BalasHapus
  2. Menurut saya, setiap jenis olahan minyak bumi memiliki bentuk rantai karbonnya masing-masing. Untuk membuat solar, bensin ataupun bahan bakar lainnya merupakan pengolahan dari bahan dasar minyak bumi yang akan diproses lebih lanjut, misalnya dengan cara cracking seperti yang telah dijelaskan oleh saudari sewangi tadi. Proses-proses pengolahan tersebut disesuaikan dengan rantai karbon dari jenis bahan bakar yang akan dibuat.
    Jadi, komponen campuran hidrokarbon penyusun utama pada minyak bumi bisa saja berubah disesuaikan dengan rantai karbon jenis bahan bakar yang akan dibuat saat proses pengolahan.

    BalasHapus
  3. Menurut pendapat saya, komponen utama minyak bumi tidak akan hilang karena pengolahan minyak bumi menggunakan prinsip Cracking atau pyirolisis yang merupakan proses pemecahan molekul-molekulhidrokarbon besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan adanya pemanasan atau katalis.

    Pada pengolahan bensin, ada tahap dimana "alkena-alkena dengan rantai lurus dirubah menjadi hidrokarbon bercabang".
    Keterangan tersebut membuktikan jika komponen campuran hidrokarbon pada minyak bumi tidak akan hilang kadarnya meskipun diolah menjadi berbagai macam bahan bakar.

    BalasHapus
  4. Menurut saya apabila minyak mengalami pengolahan lebih lanjut komponen hidrokarbonnya tidak hilang tetapi mengalami perubahan struktur. Pengolahan minyak bumi menjadi bensin, solar dan lain-lainnya merupakan dalam proses primer. senyawa hidrokarbon, terutama yang parafinik dan aromatik, mempunyai trayek didih masing-masing, dimana panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik didih dan densitasnya. Pada proses primer biasanya komponen atau fraksi minyak bumi dipisahkan berdasarkan salah satu sifat fisikanya, yaitu titik didih.
    Karena perbedaan titik didih setiap komponen hidrokarbon maka komponen-komponen tersebutakan terpisah dengan sendirinya, dimana hidrokarbon ringan akan berada dibagian atas kolom diikuti dengan fraksi yang lebih berat dibawahnya. Pada tray (sekat dalam kolom) komponen ituakan terkumpul sesuai fraksinya masing-masing.

    Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutansederhana sebagai berikut :
    1.Gas
    Rentang rantai karbon : C1 sampai C5
    Trayek didih : 0 sampai 50°C
    Peruntukan : Gas tabung, BBG, umpan proses petrokomia.

    2.Gasolin (Bensin)
    Rentang rantai karbon : C6 sampai C11
    Trayek didih : 50 sampai 85°C
    Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin piston, umpan proses petrokomia

    3.Kerosin (Minyak Tanah)
    Rentang rantai karbon : C12 sampai C20
    Trayek didih : 85 sampai 105°C
    Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin jet, bahan bakar rumah tangga, bahan bakar industri, umpan proses petrokimia

    4.Solar
    Rentang rantai karbon : C21 sampai C30
    Trayek didih : 105 sampai 135°C
    Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar industry

    5.Minyak Berat
    Rentang rantai karbon dari C31 sampai C40
    Trayek didih dari 130 sampai 300°C
    Peruntukan : Minyak pelumas, lilin, umpan proses petrokimia

    6.Residu
    Rentang rantai karbon diatas C40Trayek didih diatas 300°CPeruntukan : Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas), aspal, bahan pelapis anti bocor


    BalasHapus
  5. Menurut saya, komponen utama minyak bumi tidak akan hilang tetapi hanya berubah karena pengolahan minyak bumi bisa melalui Proses cracking thermis murni, Proses ini merupakan proses pemecahan molekul-molekul besar dari zat hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan awal selama waktu tertentu. Pada pelaksanaannya tidak mungkin mengatur produk yang dihasilkan pada suatu proses crackingi, biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline) juga mengandung molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul yang lebihbesar (memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin).
    Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat
    yaitu yang mempunyai bilangan oktan yang buruk karena umumnya bilangan oktan itu
    meningkat jika titik didihnya turun. Maka pada cracking bensin berat akan diperoleh
    suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2 hal,
    yaitu:
    - Penurunan titik didih rata-rata
    - Terbentuknya alken
    Oleh karena itu bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi, misalnya dari
    45-50 hingga 75-80.
    maaf jika ada kekurangan, Semoga bermanfaat..:)

    BalasHapus
  6. asalamu'alaikum saudari fitri saya akan coba jawab permasalahan anda, menurut saya kompenen hirokarbon yang ada pada minyak tidak akan hilang melainkan berubah,awalnya minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-5, setelah di uraikan misalnya menjadi gas LPG yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan,
    ddengan jawaban saya dia atas smoga bisa membantu anda terimakasih :)

    BalasHapus